Jokodolog

Welcome to My Blog

Archive for October, 2009

Logika yang aneh

Posted by Joko Dolog on October 31, 2009

Sore tadi, sekitar pukul 3an pulang lewat jalan ahmad yani. Pas memasuki ruas jalan yang searah menuju cicadas, gila bener macetnya.Dari arah barat ga tertampung sampe mem’block’ jalan dari arah selatan. Seorang polisi tampak sebuk mengatur lalu lintas, padahal lampu lalu lintas menyala dengan normal (sering kali lampu lalu lintas di bandung tidak menyala dengan normal).

Setelah berhasil lewat perempatan, dan maju beberapa ratus meter, ku ketahuilah kemacetan di akibatkan angkot yang ngetem. Angkot kuning dan angkot putih sering ngetem disitu. Trus apa gunanya si bapak polisi tadi sibuk di lampu lalu lintas ya, lha wong penyebabnya ada di angkot ngetem.

Terus terang ga habis pikir, kenapa di bapak polisi ga membubarkan saja angkot yang ngetem. Toh lampu lalu lintasnya juga masih bekerja dengan baik. Bukan angkot yang ngetem yg membuat bingung, tapi cara berpikir polisinya. Logikaku sih lebih baik membubarka sumber kemacetan daripada sibuk  ngatur2 kendaraan. Tetep aja bakal macet selama sumber macet belum di tertibkan. Hal serupa sering juga ku lihat di sekitar cicaheum.Jadi, logika polisi itu gimana sih ya?.

Posted in Not Serious, Serious | Tagged: , , | Leave a Comment »

Bencana di Indonesia

Posted by Joko Dolog on October 25, 2009

Wah dah lama ga nulis ya…..hihi…

Akhir2 ini banyak terjadi bancana di Indonesia. Dan secara kebetulan, hampir bersamaan dengan pengangkatan SBY jadi presiden. Bencana  besar tsunami aceh juga terjadi thn 2004 ketika SBY diangkat jadi preseiden. Apakah ini kebetulan atau ada hubungan mistisnya? ya ndak tau lah hehehe.

Yang jelas, bencana2 beruntun menimpa indonesia, mulai dari gempa bumi yang terus berlanjut (bahkan tadi di laut banda terjadi  gempa 7.3),disusul angin puting beliung dan sebentar lagi pasti disusul banjir ketika hujan mulai turun  yang mengakibatkan gagal panen dan kelaparan.

Dari semua bencana, mungkin hanya gempa yg tidak bisa di hindari. Yah Indonesia memang berada di daerah tumbukan lempeng tektonik, itu yg menyebabkan daerah kita menjadi rawan bencana gempa, tetapi juga menyediakan kekayaan alam yg tiada tara (mineral bijih, tenaga panas, kesuburan tanah dll). Sejak jaman belanda van Bemmelen sudah meneliti kondisi geologi Indonesia dan di teruskan peneliti2 dari dalam dan luar negeri. Dari hasil penelitian itu sudah confirm 100% memang Indonesia rawan gampa, bahkan sudah di petakan daerah2nya. Nah yg ga habis pikir, kenapa baru2 ini saja pemerintah ‘aware” untuk membangun daerah dengan konstruksi tahan gempa. Beberapa waktu lalu ketika di yogya saya menemukan buku panduan membangun rumah tahan gempa yang di terbitkan oleh PMI. Panduan ini di keluarkan setelah gempa terjadi. Kejadian dulu baru di antisipasi, nunggu ada korban dulu baru bertindak.Coba dari dulu di buat aturan bahwa semua rumah yg di bangun harus menggunakan konstrksi tahan gempa, kalau tidak IMB ngga akan di berikan.

Waktu SD dulu diajarkan beberapa daerah yg mempunyai angin puting beliun diantaranya bohorok, kumbang dan beberapa yg lain. Sekarang sepertinya makin banyak di dengar musibah angin kencang.  Waktu kecil aku sering melihat dan bermain2 dengan puting beliung kecil, yang kita panggil angin lesus. tapi di kampungku sekarang tidak pernah ku lihat lagi angin semacam itu. Hypotesaku dulu angin puting beliung di pisah secara alami menjadi angin lesus kecil2,sementara sekarang kondisi alam tidak memungkinkan terjadi pemisahan alami dan mengakibatkan akumulasi di suatu tempat.Pasti juga mungkin adanya ketidak seimbangan tekanan udara akibat ulah manusia. Itu hanya kemungkinan lho, ga ada dasar teorinya.. :)

Nah bencana besar terakhir ini yg lucu, yaitu banjir. Banjir udah jadi langganan tiap tahun di beberapa wilayah indonesia, bahkan ibu kota jakarta sudah sering kerendem banjir. Terkadang banjir di sertai tanah longsor……….Banjir dan tanah longsor itu bencana yang sudah tau kapan bakal terjaadi yaiut musim hujan, penyebabnya pun sudah di ketahui tetapi seolah kita tanpa daya mengatasinya. Hanya menerima pasrah ketika banjir itu datang. Di bogor bangunan mewah di daerah resapan tetep saja makin banyak, di bandung utara perumahan,cafe dan apartment pun makin menjamur. kemana larinya air kalau lahan2 sudah tertutup genteng, semen dan aspal?

Posted in Not Serious | Tagged: | Leave a Comment »