Posted by Joko Dolog on January 26, 2009
Akhir-akhir ini PDA HP kesayanganku mulai error,batere nya pun sudah mulai nge’drop’.
Kebetulan dari telkomsel akan menghadirkan Iphone 3G, sayangnya belum ada info kapan bendanya akanmasuk indonesia. Kemarin sih sudah daftar indent barangnya.
Yang lagi ngetrend dan banyak dipakai oleh kawan-kawanku sekarang adalah Blackberry. Sepertinya mereka enjoy dan cukup puas.
Nah diantara Iphone 3G dan Blackberry, mana kira-kira yang labih worthed? Ada yang bisa recommend?.
Posted in Not Serious | Tagged: Blackberry, Iphone 3G | Leave a Comment »
Posted by Joko Dolog on January 26, 2009
Pengurusan NPWP baru dengan sunset policynya diperpanjang. Kemarin coba-coba buat NPWP pribadi sendiri,tinggal nunggu keluarnya kartu NPWP.
Yang masih mengganjal di otakku, apa perlunya kita membayar pajak penghasilan kita?. Penghasilan yang di dapat dengan susah payah, kucuran keringat dan air mata bahkan nyawa (yailah…:) ) kenapa harus di potong dan disetorkan ke negara? Toh juga ujung2nya juga habis di korupsi ma pejabat. Manfaat buat penyetor pajak pun kagak ada.Pembangunan negara yang di gembar gemborkan pun masih kalah ma jumlah korupsi pejabat negara.
Yang lebih bikin gonok lagi adalah para pegawai yang di gaji negara. Kita masyarakat menyetor sebagian penghasilan kita ke negara, tetapi orang-orang yang di gaji negara pun malah kerjanya tidak becus. Coba di survey, dilembaga pemerintah mana yang kita mendapatkan pelayanan yang baik dari pegawainya?. Boro boro di beri pelayanan yang baik, bisa-bisa malah di porotin. Itu ku alami sendiri, sebagai contoh ngurus perpanjangan passport di kantor imigrasi, pengurusan SIM. Kita yang cari duit susah payah kemudian sebagian ‘dipalak’ oleh negara, sementara yang mendapat gaji dari negara malah kerja seenaknya. Mungkin saja gaji yang di bayarkan ke pegawai negara itu sebagian diambil dari pajak penghasilan kita.
Seharusnya negara membenahi kinerja para pegawainya dulu. Rakyat hanya di minta memenuhi kewajibannya, sementara hak-hak mereka seolah diabaikan. “Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tetapi tanyalah apa yang bisa kamu berikan ke negara” apakah slogan itu masih relevan dan bisa dipenuhi? Lha wong yang kita kasih ke negara di ‘embat’ oleh pejabat negara kok, tetep aja negara sekarat……
Teringat beberapa tahun lalu seniorku mengeluh karena gajinya dipotong hampir 8 digit perbulan, sementara banyak teman dan saudara2nya yang kerja mati2an tetapi penghasilannya masih sedikit diatas UMR. Apa ga mending di salurkan langsung ke orang-orang sekitar dari pada lewat negara yang penuh dengan janji2 pembangunan? Yah..pembangunan yang tak kunjung datang, kalaupun datang dananya sudah di palak duluan oleh pejabat negara.
Lihat saja, pendidikanyang makin mahal, makin banyak pengangguran dan infrastuktur yang amburadul, itulah hasil nyata yang di bangun pemerintah.
Posted in Not Serious, Serious | Tagged: NPWP, pajak penghasilan, sunset policy | Leave a Comment »
Posted by Joko Dolog on January 7, 2009
Tadi pagi di salah satu stasiun TV swasta ada acara green lifestyle, obrolan dengan menteri lingkungan hidup rachmat witular.
Topik yang di bahas adalah green hope 2009.Salah satu program yang di canangkan untuk green hope adalah bike to work. Di TV juga di tayangkan SBY naik sepeda ramai-ramai.
Sebenarnya bike to work sangat bagus, bahkan bukan hanya untuk kerja, untuk kemana-mana pun sangat bagus. Sealin untuk kesehatan tetapi juga mengurangi polusi udara kalau kita naik kendaraan bermotor.
tetapi masalahnya, bisakah program itu diberdayakan ramai-ramai?. Kalau kita lihat,jalan-jalan di indonesia tidak ada jalur khusus sepeda.Masa tiap kali ada acara bike to work harus menutup jalur kendaraaan bermotor seperti yang dilakukan para menteri/presiden.
Jangankan jalur sepeda, trotoarpun banyak jalan tidak mempunyainya, apalagi di bandung. Trotoar tidak ada atau sudah dipakai pedagang kaki lima.Nah, sebetulnya jalur sepeda dan jalur pejalan kaki bisa dijadikan satu seperti yang bisa kita lihat di negara tetangga kita, singapore. Jalur sepeda sama dengan jalur untuk jalan kaki, tetapi tentu jalurnya saja tidak dihalang-halangi oleh pedagang kaki lima.
Kalau saja jalan-jalan di bandung di sertai denga jalur untuk pedestrian/pejalan kaki, kita bisa menggalakkan bike to work, bahkan bike to everywhere. Kalau dengan kondisi sekarang, saya sendiripun masih takut naik sepeda di jalan raya. Bukan dapat sehat, mungkin malah dapat rumah sakit karena tertabrak angkot/motor. Bahkan motorpun sering merebut jalur pejalan kaki.
Kata bung napi:’kejahatan bukan hanya karena ada niat, tetapi juga adanya kesempatan”. Begitu juga masyarakat, naik sepeda bukan saja karena memang ada niat, tetapi kalau fasilitas bagus dan ada yang memulai, merakapun bisa meniru dan melakukan bike to work.
Kapanya bandung punya jalur tersendiri buat sepeda/pejalan kaki yang bebas memadai dan bebas dari pedang kaki lima?. Jalur TMB yang notebene proyek besar aja belum ada jalur khususnya..
. Mungkin karena suka makan telur setengah matang, sehingga rencanapung setengah-setengah,asal ada proyek jalan, dana mengucur hehe
.
Posted in Not Serious | Tagged: bike to work, green hope | Leave a Comment »
Posted by Joko Dolog on January 5, 2009
Akhir-akhir ini perhatian dunia tertuju pada penyerangan Israel ke palestine. Banyak sudah protes dan demo dilakukan, termasuk di Indonesia yang mengecam peristiwa pembunuhan besar2an.
Yang mengherankan adalah, kenapa amerika yang biasanya paling vokal kalau ada penyerangan atau perang antar kelompok saat ini memilih membisu. Kemana amerika yang selama ini vokal dan menganggap dirinya negara yang paling menjunjung tinggi nilai2 kemanusian. Barry Soetoro yang baru saja menduduki kursi presiden amerika juga masih diem.
Sebenarnya kalau dilihat, alasan israel menyerang palestine mirip dengan alasan amerika menyerang afganistan (disamping alasan2 politik yang disembunyikan). Israel menyerang palestine karena ingin memuskan gerakan hamas, sedang amerika menyerang afganistan karena ingin menumpas gerkan al qaeda. Waj jangan-jangan orang yang menyusun idenya sama nih.
Yang paling meyedihkan adalah bantuan kemanusiaan justru sulit mencapai lokasi, seperti tadi sore aku lihat di TV, Mesir masih menutup jalur terdekat ke palestine dimana bantuan kemanusiaan mau lewat daerah itu.
salah satu sms yang masuk ke HPku adalah permintaan dukungan do’a karena masjid al aqsha di kepung kaum yahudi/israel.
Aku jadi ingat ketika melihat-lihat pasport kawanku dari malaysia, di pasport malaysia tertulis’berlaku untuk semua negara kecuali: Israel.Hehehe. Ketika aku tanya ke kawanku, knapa israel?jawabnya karena israel bukan negara, dia hanya menduduki sementara negara orang alias merebutnya dengan paksa. Hmmmm….
Semoga saja konfilik di jalur gaza cepat-cepat selesai dan perdamaian segera terjadi disana.
Posted in Not Serious | Tagged: Gaza, israel, perang | Leave a Comment »