Barusan baca di detik tentang penusukan mahasiswa IPDN oleh temannya.
GIILAAAA!!!!!!!!!!!!!!…Ini perguruan tinggi ga habis-habisnya bikin perkara kriminal. Beberapa waktu lalu sempat aku baca pengeroyokan(pembunuhan?) tukang ojek oleh anak IPDN, belum lagi kasus heboh beberapa waktu lalu.
AKu heran ini Instansi pendidikan macam instansi pendidikan sarang preman saja. Ga habis-habisya memproduksi manusia pelaku kriminal.
Ini masih sama temannya, masih satu atap.Masih minum dan makan di tempat yang sama.Bagaimana jasinya kalau kelak mereka keluar terus menduduki posisi di pemerintahan. Mungkin rakyat dianggap kacungnya…..
Sempet akau mikir, apa sih prestasi IPDN? Sejak pakai nama STPDN belum pernah aku denger prestasi bagusnya. Cerita buruk banyak, mulai dari penghamilan,pengguguran kandungan,tindak kekerasan dll. Terkadang aku sempat muak kalau melihat praja IPDN/STPDN jalan-jalan pakai seragamnya di mall bandung.
Udah pakai duit negara, gaya petentang petenteng,bertindak kriminal lagi. Sempat aku chat n diskusi dengan salah satu anak IPDN(ngakunya sih gitu). Aku pikir itu anak mahasiswa paling BLOON di dunia yang pernah aku temui. Cara berpikirnya jauh lebih dangkal daripada aku sewaktu SMA. ENtah dari sononya bloon atau jadi bloon setelah masuk IPDN, ga tau aku.Atau jangan-jangan semua anak IPDN seperti itu semua?. AKu ingat dulu waktu STPDN mau di bubarin ada wawancara live di TV dengan alumni STPDN, alumninya ga mutu bangetttt……Kayanya mereka di dididik untuk tidak memakai logika dan tidak diajarin gmn menjadi pamong praja.
Ah bubarkan saja instansi itu, pakai duitnya dan lahannya untuk hal-hal bermanfaatlah. Masih banyak siswa/mahasiswa pintar yang butuh biaya pendidikan daripada membiaya pendidikan dan hidup para preman. Hairan aku…..