Posted by Joko Dolog on May 29, 2008
Bila kita pergi ke daerah BEC-Gramedia-BIP, mungkin anda sering di sapa atau di hentikan oleh sekelompok/perorangan pencara dana yang mengatas namakan suatu yayasan.
Yang menjadi pemikiran saya, apa bener mereka volunteer atau tanaga sukarela suatu yayasan? Stauhuku yayasan adalah organisasi nirlaba, artinya bukan lembaga profit. Memang sewajarnyalah kalau yayasan mengandalkan volunteer alias tenaga suka rela. AKu masih berpikiran mungkin mereka bekerja mencari dana secara suka rela, mungkin mereka di gaji atau mendapat bagian dari jumlah dana yang di peroleh. Karena suatu ketika aku sempat di cegat pencari dana dan aku sempat ngobrol sama dia, eh beberap bulan kemudian dia sudah menjadi pencari dana dari yayasan lain. Kalau dulu yayasan lingkungan, yang kedua dari yayasan sosial.
Dulu sewaktu kuliah aku sempat menjadi volunteer dari suatu yayasan. Bener-bener volunteer karena tidak di gaji atau ada komisi, bahkan ongkos kesana-kesinipun di rogoh dari kantong sendiri. Nah image volunteer semacam itulah yang membekas di otakku. Apakah sekarang volunteer atau tenaga suka rela sudah menjadi suatu profesi tersendiri?
Posted in Serious | Tagged: pencari dana, volunteer | Leave a Comment »
Posted by Joko Dolog on May 29, 2008
Beberapa waktu lalu muncul berita bahwa UMY (Universitas Muhamadiyah Yogyakarta) telah menemukan BBM synthetic berasal dari air, yang mereka kasih trade mark Banyugeni. Tadi pagi baca di detik, disebutkan bahwa research banyugeni melipatkan Joko, si penemu blue energy. Jadi mana yang bener nih? Banyu geni betul hasil riset orang2 UMY kah?
barusan browsing2 dapat situs www.banyugeni.com. Disitu di terangkan dasar teorinya proses banyugeni. Dasar teori tersebut adalah ayat-ayat alquran. Salah satu ayat menyebutkan terdapat api dalam laut. Tetapi tidak disebutkan apakah air laut, tanahnya, atau angin laut yang terdapat api.
Nah, dari ayat ini kemudian muncul anggapan bahwa air laut bisa dibuat BBM.
Ah….KAsihan Al Quran, di kutip dan diinterpretasikan seenaknya. Kalau memang para peneliti UMY benar bisa membuat BBM dari air laut, two thumbs up.
Kalau menurutku,yang dimaksud dari ayat tersebut, bukannya dari air laut dapat di buat api. Tetapi di dasar lautlah ada api. Mungkin para earth scientist akan dengan mudah memahami ini karena tentu familiar dengan kata spreading centre yang berada di dasar laut,dimana arus(panas) konveksi dari mantle bumi keluar sehingga mendorong lempeng tektonik di ke dua sisi spreading centre. Nah kemudian teori ini dibahas lebih detail di platet tectonic theory. Jadi bukan dari air laut bisa di bikin api, karena air dan api adalah 2 sifat yang berlawanan. Dan seperti aku bahas sebelumnya, tanpa campuran apa-apa lagi air hanya mampu menghasilkan H dan O. OK, katakanlah ada kandungan CO2 dalam air, tetapi seberapa besar dia mampu di jebak C nya untuk kemudian dibuat rantai hydro carbon sebagai bahan BBM?.
Seandainya benar banyugeni terbukti, seluruh rakyat Indonesia dan dunia akan berterima kasih kepada para peneliti tersebut.
Sangat disayangkan para peneliti tidak mengungkapkan hasil temuannya di forum ilmiah sebagai layaknya peneliti atau pengajar, tetapi lebih memilih cara seorang dukun klenik yang membuat keajaiban dengan cara yang masuk akal.
Kalau tidak salah, ITB beberapa waktu lalu mengusulkan bio fuel dari buah jarak. Walau mungkin akhirnya di anggap kurang ekonomis (untuk saat ini), tetapi mereka melakukan cara ilmiah sebagai layaknya peneliti. Mulai dari ditemukmukannya bio ethanol dari buah jarak dan beberapa publikasi ilmiah di buletin ilmiah juga. Bahkan sempat diuji coba lewat janthropa tournya dari Bali-Jawa (CMIIW).
Well, seorang peneliti tentu saja beda dengan dukun klenik….Jadi berlakulah sebagai peneliti jika anda peneliti dan berlakulah selayaknya dukun bila anda duku..:)
Posted in Not Serious | Tagged: Banyugeni, Blue Energy | 12 Comments »
Posted by Joko Dolog on May 28, 2008
Saat ini sedang ramai orang membincangkan Blue Energy sebagai bahan bakar murah yang di temukan Joko (lupa nama belakangnya). Sewaktu dulu dia menunjukkan demo di depan presiden, dia bilang Blue Energy terbuat dari air. Waktu itu anggap guyonan saja.
Kemarin sempat baca di detik (lupa lagi link nya), rekan Joko, Iswahyudi kalau ga salah namanya, yang katanya alumni Geologi UGM (CMIIW) mengatakan Blue Energy berasal dari hydro carbon.Beritanya ada disini. Lho, mana yang bener nih??. Lha wong penemunya sendiri mengatakan berasal dari air kok. Beritanya disini. Kalau air jadi minyak itu anggap guyonan(berdasarkan logikaku saat ini).Kalau hydro carbon, ya mungkin bisa karena minyak sendiri merupakan senyawa hydrocarbon.
Aku ingat-ingat lagi pelajaran kimia SMA ditambah 2 SKS di TPB(perkulihan tingkat 1).Kalau air yang senyawa kimia H2O, bisa di urai menjadi H+ dan O2- sengan suatu proses. Mungkin unsur H nya ini bisa di pakai untuk membuat senyawa hydro carbon seperti yang dimaksud alumni Geology UGM tersebut diatas.Tapi kemudian, darimana unsur C(arbon)nya?. Seingatku senyawa dasar minyak bumi adalaah C2H2n yang nama senyawanya berakhiran ana, seperti ethana,methana,prophana, yang nama-namanya berdasarkan jumalh nilai n nya. Kemudian karena senyawa -ana berbentuk gas, perlu di ikatkan dengan senyawa lain supaya menjadi cairan, senyawa itu adalah dari golongan alkohol. Hasil pencampurannya menjadilah senyawa anol, seperti methanol,ethanol dll.
Nah, proses pembentukan menjadi hydro carbon di pasaran pun tidaklah gampang. Terus bagaimana H2O dirubah menjadi bensin/solar yang notabene adalah senyawa hydrocarbon?
Jangankan para pakar/orang pinter yang tahu torinya dengan matang, aku yang hanya mengingat pelajaran SMA saja menganggap janggap temuan Blue Energy versi Joko ini.
Atau mungkin ditemukan bensin/solar yang bukan senyawa hydrocarbon?. Terlepas dari pro dan kontra, kalau temuan ini benar, maka penemunya layak mendapat penghargaan setinggi-tingginya. Kalau ternyata bohong belaka, ya wajib di hukum karena telah melakukan kebohongan publik, bahkan presiden pun terbohongi.
Sepatutnyalah si penemu mengungkapkan hasil temuannya secara transparan, jadi tidak dianggap klenik belaka.
Posted in Not Serious, Serious | Tagged: BBM, Blue Energy, hydro carbon | 1 Comment »
Posted by Joko Dolog on May 27, 2008
Kemarin sempat jalan-jalan ke BEC, ada yang nawarin indosat m2 buat internetan. Karena saya ga selamanya ada di bandung(indonesia), akhirnya saya coba ambil yang prepaid/pra bayar.Kebetulan semua productnya volume base.
Sampai rumah dicoba, hasilnya….bagus. koneksi internetnya lumayan cepat.Segeralah brrowsing-browsing dan download email-email saya yang menumpuk setelah seminggu ga sempat di download. Baru semalam dipakai, eh quotanya tinggal setengah kurang
. Wah….kayanya colume base kurang cocok dengan saya yg suka buka internet sana-sini dan attachment email yang besar.
Siang tadi ke BEC lagi dengan masksud mau beli isi ulangnya.Waktu keliling-keliling ada yang nawarin product dari XL kerjasama dengan quasar.Namanya mobilequ. Yang ini time base, di iklannya hanya Rp 1600/jam. Tapi kekurangannya adalah maksimal koneksinya 256kbps, Masih jauh dari indosatm2 yang pake koneksi 3.5G/HSDPA.Yang tadinya mau cari isi ulang indosatm2, di cancel dulu beli product baru.
Sampai rumah dicoba provider yang baru.HHmmmm…not too bad, masih lebih cepat dari warnet-warnet. Tapi it’s Ok lah buat yang punya hobi internetan tanpa kenal waktu. Enaknya lagi ini prepaid/prabayar juga, tapi sayangnya product quasar/XL ini belum ada isi ulangnya. Jadi sekali pakai habis, buang sim cardnya, beli baru.
Wah semoga makin murah aja baiay internet di Indonesia.
Updated info: Ternyata Mobilequ hanya cepat di awalnya saja, setelah test 1-2 jam, bandwidth rata-rata di bawah 15kbps. Ini di karenakan bandwidth sharing, jadi kecepatan terhantung pada jumlah pengguna.Costumer Service menyarankan memakai di saat sepi, semisal jam 1-6 pagi. Ini tidak direkomendasikan buat yg pengen access/transfer data cepat.
Posted in Serious | Tagged: 3.5G, indosatm2, mobilequ, Provider Internet | Leave a Comment »
Posted by Joko Dolog on May 24, 2008
Beberapa waktu lalu jawa barat mengadakan pemilihan kepala daerah atau pilkada, dan hasilnya cukup mengejutkan dengan terpilihnya golongan muda menjadi kepala daerah/gubernur.
Kemarin sempat pulang ke jawa tengah, ternyata sedang hangat mau pilkada juga.DImana mana ada tempelan poster bakal calon. Diantara bakal calon yg ada, ada satu poster yg bikin aku senyum-senyum. Diposter-poster lain biasanya ada 2 gambar, calon kepala daerah dan wakilnya, tetapi dI salah satu poster ada 3 gambar, yaitu 2 calon kepala dan wakilnya, ditambah lagi 1 tokoh nasional.
Hahaha…mau jadi kepala daerah kok ga percaya diri, perlu tambahan dukungan satu gambar tokoh lain lagi.Buat aku pribadi bakal calon kaya gini jelas langsung ku coret dari daftar pemilih, gimana mau percaya diri memimpin daerah kalau baru mau maju jadi bakal calon saja sudah ga percaya diri?.
Terlebih lagi yang membuat unik adalah si tokoh nasional ini kalau dia kampanye menjadi bakal calon presiden, kadang-kadang juga ga percaya diri, perlu menambah foto bapaknya yang sudah almarhum. Alaah…..ternyata banyak calon pemimpin yang kurang Pe De juga yah..
.
Mungkin juga sudah jadi trade mark nya partai politik yg dia anut (kaya agama aja ya) untuk selalu menampilkan tokoh lain, atau mungkin juga sudah menjadi adatnya untuk mengkultus individukan seseorang kali ya. Teringat kata-kata temanku yang dulu di teriakkan lantang ” Si tokoh nasional itu bukan 100% bukan anak bapaknya, dia hanya anak biologis bapaknya, tetapi bukan anak secara ideologis bapaknya”.
Posted in Serious | Tagged: pilkada | Leave a Comment »