Pernah ngga anda menyadari betapa kayanya Indonesia?Pernah ngga anda mencoba menghitung-hitung sumber kekayaan Indonesia?.
Di jaman dulu VOC datang ke Indonesia dikarenakan hasil bumi terutama rempah-rempah dan gula.Indonesia menjadi pusat peghasil bahan-bahan tersebut.
Di SD dulu kita diajarkan bahwa posisi geografis indonesia sangat menguntungkan diantar 2 benua dan 2 samudra sehingga dikenal sebagai jalur sutra (CMIIW).
DIlihat dari sumber kekayaan alam, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang tak terkira. Coba sebut saja Papua dimana terdapat gunung emas ,tembaga dan mineral bijih lainnya, ditambah di sekitar sorong terdapat sumber minyak dan gas bumi selain hasil kayu hutannya. Coba kita tengok kalimantan yang seperti kue lapis legit. Di permukaan sebagai penghasil kayu, siapa yang tidak kenal dengan kayu borneo, kamfer produk kalimantan. DIbawahnya sedikit terdapat lapisan batubara yang hampir merata. Masuk lebih dalam lagi terdapat minyak dan gas bumi (lihat saja mahakam delta).Lebih dalam lagi terdapat intan dan emas seperti di martapura dan kelian (CMIIW).
Masih banyak lagi daerah-daerah lain yang kaya dengan kekayaan alamnya. Dalam salah satu buku yang pernah aku baca, seorang penulis dari US menulis tentang peran CIA di Indonesia. Disitu dia menulis Indonesia sebagai salah satu negara terkaya di dunia.
Nah, kemanakah semua kekayaan tersebut?kemanakah hasilnya?? apakah rakyat betul-betul menikmati?.
Kalau di hitung-hitung, seharusnya dari sekian banyak produk tersebut, cukuplah untuk menghidupi seluruh rakyat Indonesia. Ga perlu mengirim TKW ke luar negeri.
Kalau di lihat sekarang semua harga mahal. Mulai dari bahan pokok sampai ke pendidikan. Dulu waktu masih kecil aku sempat diberi tahu kalau Indonesia adalah negara agraris dan negara maritim. Lha kok bisa negara agraris kekururangan beras dan negara maritim dengan garis pantai terpanjang didunia masih mengimport garam??
Apa ga cukup dari sekian banyak hasil alam tersebut disisihkan sedikit saja untuk membuat pendidikan gratis buat usia produktif? Atau setidaknya jika ga mampu, bisa dibuat semacam education loan seperti yang terjadi di Malaysia?. Seorang kawan dari Malaysia bilang”Indonesia seharusnya sepuluh kali lipat lebih kaya dari Malaysia, karena sumua ada di Indonesia”.
Jangan-jangan hasil tersebut kita sumbagkan ke negara kaya seperti kasus freeport dan exxon cepu. Mungkin pemerintah lebih bangga bila di cap mampu memberi sumbangan ke negara lain daripada memberi sumbangan ne rakyat sendiri. Kasus yang jelas didepan mata aja import beras.Pemerintah lebih suka import beras dari vietnam/thailand daripada mensubsidi petani. Ya jelas petani makin sulit hidup dan generasi mudapun pada malas jadi petani karena identik dengan hidup kekurangan.
So, kemana negara ini akan dibawa?Apa semuanya pada sibuk mengurusi partai politik menjelang pemilu dan menciptakan koruptor koruptor dan calo-calo proyek sehabis pemilu?.
Indonesia sudah berumur 63 tahun sejak kemerdekaannya tetapi masih merangkak. Ada salah satu buku yang pernah aku baca yang mempertanyakan apakah Indonesia mampu bertahan lebih dari 100 tahun?.Si penulis menganalisa dari sejarah bahwa belum ada satupun negara(kerajaan) di Nusantara yang umurnya lebih dari 100 tahun. Bahkan negara sebesar Majapahit yang konon wilayahnya lebih luas dari Indonesia tidak mampu melewati umur 100 thn (dengan asumsi Majapahit runtuh sekita 1400 masehi).
So?? Masihkah kita mempertahankan system selama ini? Semoga generasi muda yang naik jadi pemimpin mampu membuat prestasi yang lebih bagus dari generasi pendahulunya.
Maaf kalau rada kasar bahasanya, tulisan di tulis dengan rada emosi.