Tadi malam sempa nemu berita yang isinya peluncuran buku yang berisi dongeng Indonesia dalam bahasa Hungaria. Beritanya ada disini. Lho kok malah di Hungaria??
Yah..itulah negaraku.Punya banyak kekayaan tapi malah ga terurus,begitu dikembangkan di tempat lain baru heboh. Tentu kita kita masih ingat berita hangat beberapa waktu lalu dimana beberapa kebudayaan kita katanya diaku oleh malaysia.Aku ga tau benar dan belum lihat betul kaya apa. Yang sempat aku lihat hanya iklan rasa sayange di Mediacorp TV. Memang disitu ada kata2 rasa sayange dan lagunya juga, tapi perasaan ga dibilang kalau itu lagu atau budaya malaysia. Hanya semacam soundtrack saja.Mungkin aku yang kurang jeli melihat….
Yang menggelitik otakku adalah, budaya itu punya siapa?Bukankan budaya itu punya bangsa, yang dalam kata lain punya sekelompok orang, bukan punya wilayah/daerah.Kalau daerah tidak ada orang/manusia, tentu tidak akan tercipta budaya.Nah kalau sebagian besar atau kecil orang dari daerah tertentu dengan budaya tertentu pindah ditempat lain, apa si sebagian orang ini dilarang melestarikan apa yang telah menjadi warisan nenek moyang mereka?. nah coba kita lihat di Malaysia,banyak suku-suku dari Indonesia.Banyak suku bugis,jawa,melayu dan lain-lain. Bahkan nama2 daerahnyapun banyak memakai nama suku mereka. Seperti contohnya kampong melayu,kampong jawa, bugis village di singapore yang kemungkinan besar dulu banyak orang bugis.Bahkan jalan Eunos katanya dulu bernama jalan Batak. Pramoedya dalam bukunya arus balik menceritakan sekumpulan pasukan dibawah panji-panji kerajaan demak pada masa pemerintahan Trenggono dikirim untuk menyerang VOC di selat malaka, tapi mereka tersesat karena angin (CMIIW) dan menetap disalah satu daerah di Malaysia.
Nah bagaimana dengan budaya yang masih di Indonesia? Mungkin kita bisa merasakan seberapa besar minat masyarakat dan pemerintah terhadap budaya kita.Paling banter hanya di semarakkan di acara2 tertentu saja, dan itupun jarang.
Kalau anda orang jawa, kapan terakhir kali anda melihat ketoprak,wayang orang,wayang kulit, atau tarian jawa? Kalau anda orang sunda kapan terakhir melihat tari ronggeng atau wayang golek?.Sempat pada suatu ketika keluar dari loket imigrasi indonesia ada orang2 dari dephubpar menawarkan kuis dan mereka mengenalkan slogan, kenali negerimu cintai negerimu. Slogannya sih bagus, tapi bagaimana pelaksanaanya?Terkadang untuk kenal itu perlu ada yang ngenalin, nah inilah tugas pemerintah untuk ngenalin budaya Indonesia ke rakyat Indonesia dan dunia….
Dimasa kecil aku masih dapat banyak buku2 cerita mulai dari aji saka,timun mas,babad tanah demak hingga campur aduk dengan nogrososro sabuk inten karya SH mintardja yang awalnya aku sangka cerita benar (ah… kecil yang suka akan dongeng). Yang mearik lagi kalau ga salah stasiun radio pun menyiarkan acara dongeng anak2.
Pernah juga selama beberapa tahun aku mencari buku negara kertagama tidak ketemu,mungkin aku ga tau dimana mencarinya, padahal aku dah selusuri toko buku besar hingga kecil.Sampai akhirnya tahun lalu aku nemu buku terebut di cetak ulang.hhmm….akhirnya setelah sekian tahun.
Nah,jika suatu saat aku hijrah ke negeri sosialis dan mengenang kembali apa yang pernah aku dapat dimasa kecil, dan mungkin mengembangkan dan mungkin berkembang pesat disana, apakah pemerintah Indonesia akan menuntutku telah menjiplak budaya Indonesia ya?
Yah..Depbudpar benar, Aku harus lebih mengenal negeriku supaya lebih mencintai negeriku……….tapi kalau cintaku bertepuk sebelah tangan bagaimana dong??