Jokodolog

Welcome to My Blog

Archive for April, 2008

Sekarat di Negeri Sendiri

Posted by Joko Dolog on April 19, 2008

Tadi malam sempa nemu berita yang isinya peluncuran buku yang berisi dongeng Indonesia dalam bahasa Hungaria. Beritanya ada disini. Lho kok malah di Hungaria??

Yah..itulah negaraku.Punya banyak kekayaan tapi malah ga terurus,begitu dikembangkan di tempat lain baru heboh. Tentu kita kita masih ingat berita hangat beberapa waktu lalu dimana beberapa kebudayaan kita katanya diaku oleh malaysia.Aku ga tau benar dan belum lihat betul kaya apa. Yang sempat aku lihat hanya iklan rasa sayange di Mediacorp TV. Memang disitu ada kata2 rasa sayange dan lagunya juga, tapi perasaan ga dibilang kalau itu lagu atau budaya malaysia. Hanya semacam soundtrack saja.Mungkin aku yang kurang jeli melihat….

Yang menggelitik otakku adalah, budaya itu punya siapa?Bukankan budaya itu punya bangsa, yang dalam kata lain punya sekelompok orang, bukan punya wilayah/daerah.Kalau daerah tidak ada orang/manusia, tentu tidak akan tercipta budaya.Nah kalau sebagian besar atau kecil orang dari daerah tertentu dengan budaya tertentu pindah ditempat lain, apa si sebagian orang ini dilarang melestarikan apa yang telah menjadi warisan nenek moyang mereka?. nah coba kita lihat di Malaysia,banyak suku-suku dari Indonesia.Banyak suku bugis,jawa,melayu dan lain-lain. Bahkan nama2 daerahnyapun banyak memakai nama suku mereka. Seperti contohnya kampong melayu,kampong jawa, bugis village di singapore yang kemungkinan besar dulu banyak orang bugis.Bahkan jalan Eunos katanya dulu bernama jalan Batak. Pramoedya dalam bukunya arus balik menceritakan sekumpulan pasukan dibawah panji-panji kerajaan demak pada masa pemerintahan Trenggono dikirim untuk menyerang VOC di selat malaka, tapi mereka tersesat karena angin (CMIIW) dan menetap disalah satu daerah di Malaysia.

Nah bagaimana dengan budaya yang masih di Indonesia? Mungkin kita bisa merasakan seberapa besar minat masyarakat dan pemerintah terhadap budaya kita.Paling banter hanya di semarakkan di acara2 tertentu saja, dan itupun jarang.

Kalau anda orang jawa, kapan terakhir kali anda melihat ketoprak,wayang orang,wayang kulit, atau tarian jawa? Kalau anda orang sunda kapan terakhir melihat tari ronggeng atau wayang golek?.Sempat pada suatu ketika keluar dari loket imigrasi indonesia ada orang2 dari dephubpar menawarkan kuis dan mereka mengenalkan slogan, kenali negerimu cintai negerimu. Slogannya sih bagus, tapi bagaimana pelaksanaanya?Terkadang untuk kenal itu perlu ada yang ngenalin, nah inilah tugas pemerintah untuk ngenalin budaya Indonesia ke rakyat Indonesia dan dunia….

Dimasa kecil aku masih dapat banyak buku2 cerita mulai dari aji saka,timun mas,babad tanah demak hingga campur aduk dengan nogrososro sabuk inten karya SH mintardja yang awalnya aku sangka cerita benar (ah… kecil yang suka akan dongeng). Yang mearik lagi kalau ga salah stasiun radio pun menyiarkan acara dongeng anak2.

Pernah juga selama beberapa tahun aku mencari buku negara kertagama tidak ketemu,mungkin aku ga tau dimana mencarinya, padahal aku dah selusuri toko buku besar hingga kecil.Sampai akhirnya tahun lalu aku nemu buku terebut di cetak ulang.hhmm….akhirnya setelah sekian tahun.

Nah,jika suatu saat aku hijrah ke negeri sosialis dan mengenang kembali apa yang pernah aku dapat dimasa kecil, dan mungkin mengembangkan dan mungkin berkembang pesat disana, apakah pemerintah Indonesia akan menuntutku telah menjiplak budaya Indonesia ya?

Yah..Depbudpar benar, Aku harus lebih mengenal negeriku supaya lebih mencintai negeriku……….tapi kalau cintaku bertepuk sebelah tangan bagaimana dong?? :)

Posted in Not Serious | Leave a Comment »

Beautiful Morning and a good news

Posted by Joko Dolog on April 17, 2008

Pagi hari tadi cuaca cerah dan matahari bersinar cerah, tetapi siangnya mulai gerimis.

Pagi yang cerah, sampai di kantor ketemu boss dibilang aku bisa ambill libur dulu seminggu sebelum ke next job, tetepi harus aku selesaikan persiapan jobnya hari ini.

Horayyyy……..akhirnya.Libur tlah tiba…… BTW, masih ada pemblokiran internet ga di Indonesia?

Posted in Not Serious | Leave a Comment »

Acara TV, di Protes Malah Marah

Posted by Joko Dolog on April 16, 2008

Iseng baca detik dot com, ternyata ada satu berita menarik. Nampaknya ada masalah antara acara supermama show dengan pemerintah, dalam hal ini KPI, Komisi Penyiaran Pemerintah.

Lucunya si MC merasa tersinggung oleh teguran KPI gara-gara kata2nya yg ga pantas untuk dimuat ato disiarkan di media publik, alasannya karena dia harus siaran 7 jam, dan cari materi MC selama 7 jam itu susah.

Hahaha…lucu juga si MC ini.DI kritik/nasihati malah marah-marah. Aku sendiri belum pernah nonton itu acara sampai selese. Pernah sih sempat nonton, tapi baru sekitar 5 manit dah bosan dan muak dengan acaranya. betul-betul ga mendidik (menurutku sih).Terutama dialog antar MCnya, terasan kasar di kupingku.Akhirnya ya aku ga pernah nonton itu acara.

Yang jadi pertanyaan adalah kok bisa acara tersebut disiarkan?Kan seharusnya diatur dalam kode ethic journalism? Ga tau di Indonesia segimana kode ethicnya, aku cari diinternet hanya ketemu ini. Seingatku, dulu waktu heboh kasus goyang ngebor inul, temanku yang kebetulan kerja di media publik cerita kalau video inulpun di sensor disana, terutama waktu sedang goyang dan pantatnya menghadap kamera.alasannya tidak bagus buat anak kecil.Tapi ga tau bemar ato ga cerita dia aku ga tau.

Aku berpendapat juga kalau acara TV yang di kritik tersebut sangat tidak cocok buat ditonton anak kecil,apalagi kalauga salah ditayangkan dari sore.Seharusnya itu acara di siarkan disiarkan jam 12 malamlah.

Hmmm..kenapa kebebasan pers sekarang jadi kebablasan ya?. Dan seharusnya si MCpun ga perlu tersinggung, karena acaranya disiarkan umur makanya mulutpun harus diatur,kecuali acaranya buat di tonton sendiri di toilet.Pemerintahpun harus tegas batasn mana yang boleh dilakukan sesuai kode etik journaslim di Indonesia.

So, kalau mau jadi public figure, siaplah menerima kritikan, Menerima kritikan juga mencerminkan jiwa yang matang,dewasa dan cerdas. Kalau ga mau 7 jam ya minta dikurangi, atau ga usah jadi MC acara itu. Susah amat. 7 jam aja bangga,orang lain byk yang bekerja lebih dari 7 jam nonstop.

Rindu aku akan film-film seperti Jendela Rumah Kita,ACI (Aku Cinta Indonesia) atau Keluarga Cemara.

Posted in Serious | 1 Comment »

Rasa Malu besar Duit Kurang

Posted by Joko Dolog on April 16, 2008

Nafsu besar tenaga kurang, mungkin biasa kita dengar.Nah sore tadi terjadi padaku “rasa malu(gengsi) besar duit kurang.

Kejadiannya begini,waktu pulang kantor aku nyadar kl adu dah ga punya duit sesen pun, maksudnya duit dalam dolar singapore.Padahal aku harus pulang, toh bisa di claim ke kantor. Duit terakhirku sudah aku pakai buat bayar burger makan siang tadi. Waktu bayar sih ingat kalau duit itu duit terakhir, trus berencana mo ngambil expense claimku yang lumayan. Eh…ternyata kelupaan minta ke accountingnya.dudulllll….

Sebenarnya sih ada satu teman yang masih tinggal di kantor, tapi mau minjem duit rasanya malu. ah dasar rasa malu besar…hehehe.Biarin, biar kere yang penting punya rasa malu :P

Turun lift, otak mikir gimana pulangnya nih. ATM terdekat yang aku tahu di Expo.Hhmmmm..Oklah, jalan ke Expo.Kalaupun ga ada ATM bisa pulang naik MRT. Akhirnya jalan deh ke expo, lumayan jauh sih, bikin basah kuyup keringatan, mana hari mendung dan mulai gerimis kecil lagi.

Sampai di Expo dengan nafas yang senin kemis, akhirnya kutemukan ATM POSB.Karena merasa gerah, numpang deh ngadem di 7 Eleven.Lumayan dingin ACnya……..Akhirnya kuputuskan pulang naik MRT saja ah, sekalian bisa cuci mata hehehe…

Ah….gara-gara gengsi pinjem uang, badan keringetan semua. Tapi lumayan,sekalian olah raga.

Posted in Not Serious | Leave a Comment »

Double Nationality

Posted by Joko Dolog on April 16, 2008

Mungkin tepatnyadouble citizenship,tapi karena di passport ato di immigration form ditanya nationality ya pake nationality saja.

Beberapa minggu lalu saat di penerbangan SQ dari Jakarta- Singapore, pramugari menawarkan immigration form buat yang bukan warga negara singapore dan mau ke Singapore. Kebetulan disampingku duduk seorang ibu-ibu dengan seorang anaknya yang cukup bandel. Aku tahu mereka orang Indonesia, ngobrolnyapun pakai bahasa gaul jakarta. Waktu aku ambil satu immigration form, mereka tidak mengambilnya. Setelah aku tanya kenapa tidak mengambil, dia jawab karena mereka warga negara SIngapore  juga alias double kewarganegaraan.

Aku belum sempat tanya bagaimana peraturannya. Apa mereka membayar pajak juga? Sayang aku belum sempat tanya.Ada yang tahu begaimana mekanisme? bukan kepengen ikutan double sih, cuman pengen tahu saja.

Posted in Not Serious | Leave a Comment »