Tadi malam ada message di imelku yang isinya ada ticket gratis buat nonton ketoprak humor di Sabuga, kerjasama antara puspo budoyo, IA-ITB dan ITB sendiri.Pemainnya pun orang-orang top, mulai dari dirjen migas,kepala bpmigas,rektor ITB, dosen-dosen dan para almuni.Bintang tamu yang hadir adalah Pak Eko,Marwoto,Timbul,Aris dan ciblek.
Langsung saja gue minta jatah satu tiket.
Ceritanya tentang masa-masa pengangkatan Sri Kertanegara menjadi raja singosari.
Adegan pertama menceritakan situasi kraton singosari dimana kekuasaan dipegang oleh 2 kakak beradik, yaitu seminingrat dan narasingmurti (kalau ga salah).Seminingrat diperankan Luluk Sumiarso(Dirjen Migas sekaligus Pimpinan Puspo Budoyo), dan narasingamurti diperankan oleh rektor ITB Djoko Santoso. Dikisahkan Kertanegara muda diangkat menjadi putra mahkota atau raja muda di kediri.
Adegan selanjutnya pelamaran adik kertanegara oleh utusan negara gelang-gelang. nama utusannya lupa, tapi dia adalah raja gelang-gelang sebelum namanya menjadi prabu dandang gendhis.Utusan ini melamarkan putri raja buat pamannya, tetapi si putri salah sangka. Dikiranya si utusan itu sendiri yang melamar dia.
Singkat cerita waktu si pamannya dandang gendhis datang melamar ke singosari, si putri salah sangka dan kaget sampai pingsan. Selanjutnya si putri dilarikan sendiri oleh dandang gendhis muda karena memang dia suka sama putri itu atau dia mungkin punya tujuan sendiri seperti diceritakan dalam sejarah akhirnya prabu dandang gendhis menghancurkan kertanegara disaat kertanegara menjalankan ekspedisi pamalayu sehingga kraton kosong dan dandang gendhis dengan mudah merebut singosari.
Si putri dan dandang gendhis muda (diperankan oleh rinaldi firmansyah, dirut telkom) meminta perlindungan kertanegara di kediri, dan dandang gendhis muda diangkat menjadi raha gelang-gelang dengan panggilan dandang gendhis.
Adegan ditutup dengan pengangkatan Kertanegara menjadi raja singosari menggantikan seminingrat dan narasingamurti.Disaat itulah dia mengucapkan tekatnya untuk menguasai nusantara sealigus melindunginya dari tangan kubilai khan dari tiongkok. Dan memang dia melaksanakan tekadnya, salah satunya dengan meguasai pulau sumatra yang sudah di rong-rong oleh tiongkok.Inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan ekspedisi pamalayu. Sekian puluh tahun kemudia, gajah mada mengucapkan sumpah yang serupa dengan nama sumpah palapa.
Secara garis besar sih ceritanya menarik walau hanya ketoprak humor.Apalagi aku sendiri menyukai sejarah kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia terutama di Jawa. Walaupun para pelaku sering lupa naskahnya,tetepi untungnya para bintang tamu bisa menutupi dengan improvisasinya.
Dulu masa masih kuliah, pernah juga di tampilkan pentas serupa,tokoh utamanya sujewo tedjo. Aku harap sih acara sperti ini makin sering diadakan,terlebih aku melihat generasi muda searang kurang minat terhadap sejarah dan kebudayaan.
Berita selengkapnya ada disini.