Jokodolog

Welcome to My Blog

Archive for March, 2008

Ketoprak Humor

Posted by Joko Dolog on March 10, 2008

Tadi malam ada message di imelku yang isinya ada ticket gratis buat nonton ketoprak humor di Sabuga, kerjasama antara puspo budoyo, IA-ITB dan ITB sendiri.Pemainnya pun orang-orang top, mulai dari dirjen migas,kepala bpmigas,rektor ITB, dosen-dosen dan para almuni.Bintang tamu yang hadir adalah Pak Eko,Marwoto,Timbul,Aris dan ciblek.

Langsung saja gue minta jatah satu tiket.

Ceritanya tentang masa-masa pengangkatan Sri Kertanegara menjadi raja singosari.

Adegan pertama menceritakan situasi kraton singosari dimana kekuasaan dipegang oleh 2 kakak beradik, yaitu seminingrat dan narasingmurti (kalau ga salah).Seminingrat diperankan Luluk Sumiarso(Dirjen Migas sekaligus Pimpinan Puspo Budoyo), dan narasingamurti diperankan oleh rektor ITB Djoko Santoso. Dikisahkan Kertanegara muda diangkat menjadi putra mahkota atau raja muda di kediri.
Adegan selanjutnya pelamaran adik kertanegara oleh utusan negara gelang-gelang. nama utusannya lupa, tapi dia adalah raja gelang-gelang sebelum namanya menjadi prabu dandang gendhis.Utusan ini melamarkan putri raja buat pamannya, tetapi si putri salah sangka. Dikiranya si utusan itu sendiri yang melamar dia.

Singkat cerita waktu si pamannya dandang gendhis datang melamar ke singosari, si putri salah sangka dan kaget sampai pingsan. Selanjutnya si putri dilarikan sendiri oleh dandang gendhis muda karena memang dia suka sama putri itu atau dia mungkin punya tujuan sendiri seperti diceritakan dalam sejarah akhirnya prabu dandang gendhis menghancurkan kertanegara disaat kertanegara menjalankan ekspedisi pamalayu sehingga kraton kosong dan dandang gendhis dengan mudah merebut singosari.

Si putri dan dandang gendhis muda (diperankan oleh rinaldi firmansyah, dirut telkom) meminta perlindungan kertanegara di kediri, dan dandang gendhis muda diangkat menjadi raha gelang-gelang dengan panggilan dandang gendhis.

Adegan ditutup dengan pengangkatan Kertanegara menjadi raja singosari menggantikan seminingrat dan narasingamurti.Disaat itulah dia mengucapkan tekatnya untuk menguasai nusantara sealigus melindunginya dari tangan kubilai khan dari tiongkok. Dan memang dia melaksanakan tekadnya, salah satunya dengan meguasai pulau sumatra yang sudah di rong-rong oleh tiongkok.Inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan ekspedisi pamalayu. Sekian puluh tahun kemudia, gajah mada mengucapkan sumpah yang serupa dengan nama sumpah palapa.

Secara garis besar sih ceritanya menarik walau hanya ketoprak humor.Apalagi aku sendiri menyukai sejarah kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia terutama di Jawa. Walaupun para pelaku sering lupa naskahnya,tetepi untungnya para bintang tamu bisa menutupi dengan improvisasinya.

Dulu masa masih kuliah, pernah juga di tampilkan pentas serupa,tokoh utamanya sujewo tedjo. Aku harap sih acara sperti ini makin sering diadakan,terlebih aku melihat generasi muda searang kurang minat terhadap sejarah dan kebudayaan.

 Berita selengkapnya ada disini.

Posted in Serious | 1 Comment »

nyebrang jalan

Posted by Joko Dolog on March 10, 2008

Sebenarnya bagaimana sih cara menyeberang jalan yang aman di  Bandung?

Tentu saja sebenarnya harus di zebra cross. Tetapi kenyataannya, aku hampir ketabrak motor ketika nyebreang di zebra cross dan lampunya merah. Entah kenapa masih banyak kendaraan yang nyelonong waktu lampu merah. Bahkan yang bikin aku kadang ketawa, di lampu merah yang nyala bagus (tidak rusak), masih di jaga polisi buat ngatur, sementara  lampu merah yg ga berfungsi, apalagi habis hujan dapat dipastikan sebagian besar lampu merah ga berfungsi, tidak diatur sama sekali oleh polisi.

Sering juga ikutan nyebrang ayam, alias bukan di zebra cross. Ternyata lebih susah. baru berdiri saja angkot pada berenti didepanku persis. Habis itu sepeda motorny juga ga ketulungan.  Justru yang susah menembus sepeda motor. Mereka bergerak dg kecepatan berbeda, dari yang cepat sampai pelan.

Berharap ada jembatan penyebrangan, tapi  ternyata jarang. yang adapun tidak dimanfaatkan. Lihat saja contoh di depan BIP Gramedia. orang lebih suka nyebrang ayam (termasuk ayam) daripada milih jembatan penyebrangan.

Jadi bagaimana yang benar cara nyeberang jalan di bandung?.

Di xebra cross ditabrak, jembatan penyebrangan jjarang ada dan jarang dipake,nyebrang ayam lebih bahaya lagi. So? ya usahain jangan nyeberanglah hehehe

Posted in Not Serious | Leave a Comment »

Harga Beras Naik, Indonesia Kelimpungan

Posted by Joko Dolog on March 9, 2008

Pagi ini baca berita di detik tentang harga beras internasional naik dan pemerintah mulai kelimpungan.

Tercenung aku baca itu…..teringat aku masa di Sekolah Dasar yang selalu di cekokin doktrin indonesia adalah negara agraris dan indonesia adalah negara maritim. Teringat pula sekian tahun yang lalu aku lihat di TV, kalau ga salah masih TVRI, Indonesia mendapat penghargaan dari FAO sebagai negara swa sembada pangan yang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri..hmmmm…trus sekarang? kemana itu semua?

Dulu sekali, bahkan VOC pun datang ke Indonesia karena hasil buminya, Pramoedya mengatakan di novelnya bahwa produk hasil bumi yang paling laku saat itu adalah gula selain rempah-rempah yang memang di incar dari awal.

Trus bagaimana sekarang? masihkan indonesia negara agraris? Bagaimana kehidupan petani-petaninya?

Sempat aku baca “Hari gini, siapa yang mau jadi petani?”.  Sebenarnya sayang kalau dunia pertanian ditinggalkan, apalagi menjadi petani itu menyenangkan, bergelut dg lumpur.Aku pernah mengalaminya dulu.

Tetapi kenyataan yang ada sekarang adalah hidup sebagai petanipun tidaklah mudah. Apalagi di pulau jawa ini, tanah yang di miliki petanipun terbatas.Di kampungku dulu, tiap petani rata-rata hanya punya sawah seluas 5000m2, bahkan banyak yang punya lebih sempit. Seingatku untuk tanah seluas kurang lebih 2500m2, sangatlah kurang untuk menyandarkan hidup dari hanya bertani, ini aku ambil contoh petani tradisonal dikampungku yang tanahnya selalu ditanami padi di musim hujan dan palawija(kedelai atau kacang hijau) di musim kemarau. Setelah panen dan hasilnya di jual (setelah disisihkan beberapa karung untuk hidup), duit yang di dapat sangatlah minim.Duit segitu harus nunggu sekitar 3 bulan. Setelah itu habis lagi untuk biaya operasional seperti membajak dan menanam. Yang paling banyak menyita anggaran adalah pupuknya. Pupuk selalu naik dari tahun ke tahun, entah apa kebijakan pemerintah sebenarnya tentang pupuk, tapi tetep saja tidak bisa menjangkau masyarakat tani di pedesaaan.

Masalah lain yang muncul adalah waktu panen, biasanya harga jual gabahpun tidak seberapa. Jadi kesimpulannya, uang hasil penjualan gabah yang tidak seberapa, segera habis untuk biasaya tanam selanjutnya, bagaimana bisa buat bayar sekolah anak, beli motor dan sebagainya? itulah kenapa orang makin enggan menjadi petani murni. Yang ada sekarang adalah orang bermodal yang pengen jadi petani, ini lain lagi ceitanya.

Aku sempat berangan-angan, daripada pemerintah membeli beras dari thailand atau vietnam, kenapa tidak disubsidikan ke petani negeri sendiri. Caranya harga jual gabah di naikin, kalau perlu lebih tinggi dari harga beras, kemudia duit yang mau dipakai buat import beras dialihkan untuk subsidi beras. Jadi petani pendapatannya meningkat, harga beras juga tetap murah. Tapi apa mungkin? bukannya dengan imporrt beras bisa dijadikan proyek subur oleh orang atau kalangan tertentu untuk menimbun kekayaan diatas penderitaan rakyat tani.

Ada juga sempat aku dengar orang bilang ” kenapa tidak transmigrasi saja, kan tanah masih luas di pulau jawa sana”. Transmigrasipun tidak selalu mendapat lahan bagus buat bertani, bahkan di beberapa daerah hanya bagus untuk berladang. Kalimantan dan sumatera menurutku banyak lahan yang tidak cocok untuk pertanian tradisional seperti di jawa karena kondisi tanahnya yang bergambut dan bekas rawa-rawa. Tidak tau kalau sulawesi atau pulau lainnya, belum sempat ngunjungin sih hehehe…..

Kalau aku bandingkan dengan negeri tetangga, Indonesia ketinggalan langkah yang hanya bangga pada masa lampau sebagai indonesia yang agraris,tonggak kayu pun jadi tanaman…itu dulu..dulu sekali…..

Aku tidak tau kebijakan negara thailand dan vietnam sebagai negara pengeksport beras.Tetapi yang jelas waktu aku disana, aku dapat jumpai hasil bumi yang melimpah.  Aku dengar sih mereka negara yang mempunyai perkembangan agikultura tercepat di asia tenggara. Padahal kondisi geografis Indonesia tidak jauh berbeda, bahkan mungkin tanah di indonesia lebih subur karena ada vulcanic belt yang menghasilkan abu vulcanic yang katanya bagus untuk pertanian. So kesalahannya adalah……….?? Tentu saja di systemnya….

Bagaimana vietnam yang baru merdeka tahun 75 mampu melejit, bagaimana china juga bisa melejit menjadi negara industri segala hal terutama elektronik? tetntu saja pemerintah yang mendukung bahkan memaksa rakyatnya hidup di jalan itu.Dan yang jelas negarawannya tahu apa yang mereka punyai dari negaranya. Sama seperti Singapore, dia tidak mempunyai apa-apa dari hasil buminya, makanya tidak di bikinnya kebijakan yang ke arah itu. Mereka janya punya sebidang tempat yang strategis, maka di bikinnyalah begara mall.

Bagaimana dengan negarawan Indonesia? Apakah mereka betul-betul tahu tentang negaranya?Mungkin mereka tahu, tapi apakah pengetahuannya itu mau di pergunakan untuk keperluan rakyat?? hehehe..ga tau lah yaw….. :P

Sebenarnya Indonesia mempunyai segalanya, betul-betul seperti permata di khatulistiwa. Tanahnya yang subur bahkan tonggak kayupun bisa jadi tanaman. Hasil tambangnya seperti batubara ada di hampir merata, emas dan tembaga di papua yang mampu bikin kaya amerika lewat tangannya FMI, Intan juga ada di kalimantan. Minyak dan gas buminya pun banyak. Apalagi kalau teori minyak bumi yang ada di fore arc basin benar-benar terbukti. Disinyalir cadangannya melebihi saudi. Sebgitu kayanya, terus bagaimana dengan rakyatnya? Apa betul-betul menikmati?? Kemarin aku baca seorang ibu hamil meninggal kelaparan. Lha kok bisa??? Seperti seekor tikus mati kelaparan di lumbung padi yang terisi penuh……

Posted in Serious | 1 Comment »

Back to Work

Posted by Joko Dolog on March 8, 2008

Kemarin tiba email dari boss, isinya job desc salah satu job di negeri tetangga. My next job. Sebenarnya biasa aku terima email semacam ini bilamana ada sebuah job dari boss. Tetapi yang sering bikin Be Te adalah di akhir email biasanya ada ” Be Ready for call up anyday” atau “be ready anytime”. Ini yang bikin susah untuk atur jadwal/acara karena sewaktu waktu harus di cancel kalau ada panggilan dari boss.

Jenis kerjaanku mungkin agak unik, karena system kerjanya berdasarkan panggilan dari boss, bossnya pun lagi cari2 proyek juga. Jadi…ga tentu. Makanya beberapa kawan memanggil profesi kamu dengan cowok panggilan hahaha.

Tentu saja tiap jenis kerjan ada enak dan ga enaknya juga. Ga enaknya kerjaan kaya gini susah atur jadwal, enaknya kalau lagi off, bisa betul-betul off. Makan tidur ato ngapain aja terserah gue….tentu saja gaji tetep jalan terus meski hanya gaji pokoknya saja. Tapi it’s enough lah hehehe.

Kalau sudah bosan off, kadang-kadang suka iri sama teman yang kerjanya rutin monday to friday (saturday). Makanya kadang-kadang aku datangin kantor temanku hanya untuk sekedar bikin kacau hehehe…

Tetapi terkadang juga ada teman yang iri sama kerjaanku. komentarnya ” wah enak ya libur terus, habis itu digaji lagi, lebih gede dai gaji gue”. Busyet deh, gue aja iri ke mereka karena kerjaan pasti, eh malah mereka iri ke gue. Bisa tukeran kerjaan?? hehehe

 Hehehe…, but anyway, bagi gue sih yang terpenting syukurin saja apa yg di dapat saat ini. Tentu saja sambil cari-cari kesempatan dan pengalaman yang lain….Minjem falsafah pemanjat tebing, tangan satunya berpegangan pada satu point, tangan satunya lagi raba-raba cari point lain yang lebih tinggi atau aman. :)

Menunggu datangnya e ticket sambil jalan-jalan……..

Posted in Not Serious | Leave a Comment »

Pede dan Optimis

Posted by Joko Dolog on March 5, 2008

Pede (percaya diri) dan optimis terkadang naik turun tidak jelas. bahkan ada org yg mengalami krisis Pede sampai2 menjadi minder.

Tapi sebenarnya siaps sih orang yang paling pede dan optimis didunia? mau tau jawabnya? orang itu adalah para sopir angkot di bandung.

Percaya ga?

Kalau ga percaya buktikan deh. kalau anda berdiri di pinggir jalan dan kebetulan sebuah angkot lewat, pasti dia berhenti,

ato paling tidak melambat.Bahkan orang yg berdiri di seberang jalan entah dia ngapain, sopir angkot juga masih berhenti nawarin.

Suatu kali aku mau nyeberang di zebra cross, sedang menunggu lampu merah, ehh….sama abang angkot berhenti didepan ngehalangin jalan, BT ga, jalanku di blok oleh angkot dan terpaska harus muterin angkot. dan ini sering terjadi hehe.

Bahkan pernah suatu ketika,ada orang yg sedang jalan di jalan masuk, masih jauh, 100-200 meter dari ajalan utama. si abang angkot masih pede dan optimis kalau itu penumpangnya hehehe

Jadi, kalau anda terkena krisis pede, cara ngobatinnya tanya ke sopir angkot.. :)

Posted in Not Serious | Leave a Comment »